Blogroll

Senin, 14 Mei 2012

PENGENALAN LABORATORIUM


1.      Pengantar
Laboratorium merupakan tempat yang penting demi keberlangsungan pembelajaran di sekolah, terutama berkaitan dengan materi yang membutuhkan pendekatan inkuiri. Pada saat ini keberadaan laboratorium ini menjadi topik utama terutama dikalangan guru SMP. berbeda dengan SMA yang setiap laboratoriumnya mempunyai struktur yang jelas dan mempunyai petugas khusus yang senantiasa mengatur administrasi dan manajemen laboratorium, di SMP (terutama SMPN 5 Kab.Poso).
Tulisan ini bertujuan untuk manindak lanjuti dari hasil observasi kami di Sekolah Menengah Pertama ( SMPN 5) di Kabupaten Poso tentang pengenalan Laboratorium yang baik , sekaligus sebagai bahan masukan untuk para Pengelola Laboratorium khususnya Sekolah Menengah Pertama.
Akhir kata semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita semua, demi mencapai tujuan Negara sesuai yang tercantum dalam Undang-Undang Dasar 1945 tentang mencerdaskan kehidupan bangsa.

Poso, 15 Mei 2012


BEM FKIP UNSIMAR






2.      Tentang Laboratorium
Laboratorium merupakan perangkat akademis, di samping buku dan media lainnya, serta tempat personil-personil yang mempunyai kualifikasi tertentu dalam melaksanakan kegiatan akademis. Kualifikasi yang dimaksud adalah keahlian, keterampilan, dan wawasan ke depan.  Disamping itu, jumlah dan jenis laboratorium juga perlu diperhatikan.
    Menurut Direktorat Pendidikan Menengah Umum (1995:7), Laboratorium adalah tempat melakukan percobaan dan penyelidikan. Tempat ini dapat merupakan suatu ruangan tertutup, kamar, atau ruangan terbuka, misalnya kebun.
Menurut Mohammad Amien (1988: 2), jenis-jenis laboratorium ditinjau dari tujuan dan fungsinya dapat dibagi menjadi:
1.      laboratorium dasar. Laboratorium dasar merupakan tempat yang dapat digunakan siswa untuk memperkenalkan dan memahami konsep dasar yang menjadi tuntutan untuk mengembangkan pengetahuan lanjut.
2.      laboratorium pengembangan. Laboratorium pengembangan mengemban tugas khusus, sesuai dengan spesialisasi bidang ilmu yang digeluti oleh personil-personil yang ada di laboratorium tersebut.
3.      laboratorium metodologi pengajaran. Laboratorium metodologi pengajaran di sekolah mempunyai kedudukan yang sangat khusus, karena mewarnai penampilan (performance) guru dalam tugasnya. Jadi, laboratorium metodologi pengajaran merupakan wahana dan tempat pengembangan kompetensi pedagogis (keguruan) bagi guru-guru di sekolah, sehingga laboratorium metodologi pengajaran sangat diperlukan di suatu sekolah dan atau madrasah.
4.      laboratorium penelitian. Laboratorium penelitian diharapkan dapat digunakan sebagai wahana atau tempat melakukan penelitian bidang ilmu yang ditekuni oleh guru dan murid. Dengan demikian, laboratorium penelitian dapat digunakan sebagai sarana untuk melakukan kegiatan ilmiah yang endingnya adalah penemuan konsep, prinsip, teori, azas, aturan, atau hukum-hukum dalam bidang ilmu yang digelutinya atau disebut sebagai produk ilmiah. Akibatnya apa ? Akibatnya ialah di sekolah akan terbentuk masyarakat yang gemar meneliti atau menemukan atau disebut pula sebagai masyarakat ilmiah
Dari uraian di atas Laboratorium yang dimaksud untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP) merupakan laboratorium dasar yang merupakan tempat yang dapat digunakan siswa untuk memperkenalkan dan memahami konsep dasar yang menjadi tuntutan untuk mengembangkan pengetahuan lanjut.
a.       Fungsi Laboratorium
Secara garis besar fungsi Laboratorium/Workshop adalah sebagai berikut :
1.      Memberikan kelengkapan bagi pelajaran teori yang telah di terima sehingga antara teori dan praktek bukan merupakan dua hal yang terpisah melainkan dua hal yang merupakan suatu keutuhan. Keduanya saling mengkaji dan ssaling mencari dasar.
2.      Memberikan keterampilan kerja ilmiah bagi siswa.
3.      Memberikan dan memupuk keberanian untuk mencari hakikat kebenaran ilmiah dari suatu objek dalamn lingkungan alam dan lingkungan social
4.      Menambah keterampilan dalam menggunakan alat media yang tersedia untuk mencari dan menetukan kebenaran.
5.      Memupuk rasa ingin tahu siswa sebagai modal sikap ilmiah sebagai calon ilmuan.
Uraian manfaat kegiatan laboratorium atau workshop dapat dikaitkan dengan beberapa contoh manfaatnya dalam bidang study tertentu. Dalam bidang Matematika dengan menggunakan laboratorium siswa diajarkan mempelajari konsep-konsep matematika dalam situasi yang konkrit dengan menggunakan objek-objek konkrit misalnya mencari hasil penjumlahan dua bilangan dengan menggunakan abacus, multibase block. Centicube, dan sebagainya. Dengan menggunakan alat peraga siswa aktif bekerja dari keasyikan itu akan menimbulkan rasa ketertarikan untuk mempelajari lebih lanjut tentang pelajaran Matematika tersebut.
Di bidang Ilmu Pengetehuan Sosial misalnya dari kegiatan laboratorium salah satunya mendorong penggunaan proses belajar mengajar IPS yang bersifat multimedia. Begitu juga di bidang mata pelajaran yang lain.
b.      Perencanaan Pengelolaan Laboratorium
Apakah yang perlu direncanakan dalam pengelolaan laboratorium ? Komponen-komponen yang perlu direncanakan dalam pengelolaan laboratorium antara lain:
1.      Perencanaan Laboratorium meliputi

Ø  Tata Letak Laboratorium.
Letak ideal laboratorium ada di tengah-tengah kompleks sekolah dengan bentuk huruf O. Mengenai letak lokasi laboratorium dapat disesuaikan dengan kebutuhan sekolah dan atau madrasah; yang penting lokasi laboratorium harus dapat berhubungan langsung dengan ruang kelas atau ruang pimpinan sekolah/madrasah.
Sudah tentu dalam tiap-tiap laboratorium lokalnya terdiri atas: ruang persiapan, ruang kegiatan, ruang penyimpanan alat dan bahan percobaan, serta ruang kamar mandi dan WC. Setiap lokal juga dilengkapi dengan tempat cuci tangan (wastafel), tempat cuci perangkat percobaan, alat perlengkapan percobaan, papan tulis, meja dan kursi praktikum, serta instalasi listrik yang memadai. Pada saat ini setiap lokal laboratorium juga harus dilengkapi dengan laptop (komputer lengkap dengan printernya), LCD, dan layar gantung. Jangan lupa setiap laboratorium juga dilengkapi dengan sistem pendingin ruangan, misalnya: AC atau kipas angin.
Uraian tersebut mengisyaratkan kepada sekolah, bahwa membangun laboratorium itu diperlukan dana dan biaya yang mahal. Karena harga pembangunan lokal laboratorium memerlukan dana yang tidak sedikit serta peralatan percobaan dan asesorisnya juga mahal harganya.
Ø  Bentuk & Desain Laboratorium
Bentuk dan desain laboratorium  berkaitan erat dengan:
a.       Desain ruangan termasuk luas ruangan, letak meja, kursi, kran, dan wastafel.
b.      Perlengkapan ruangan.
c.       Desain kegiatan yang meliputi:
ü  kegiatan praktikum,
ü  kegiatan diskusi kelas,
ü  kegiatan demonstrasi atau peragaan

d.      ruang persiapan dan penyimpanan (gudang),
e.       ventilasi,
f.       instalasi listrik,
g.      instalasi air,
h.      instalasi gas, dan
i.        sistem pembuangan limbah.

Ø  Perlengkapan Ruangan Laboratorium
Perlengkapan ruangan yang digunakan untuk mengisi ruang laboratorium dibuat sesuai dengan ukuran dan kualifikasi tertentu. Perlengkapan ruangan tergantung pada jenis laboratorium dan bidang studi laboratorium. Sebagai contoh: kebutuhan laboratorium Matematika tentu berbeda dengan kebutuhan laboratorium Biologi, Fisika, dan Kimia; sehingga perlengkapan yang dibutuhkan juga berbeda.
Perlengkapan umum antara lain: almari tertutup, almari terbuka, meja riset atau meja praktikum, kursi praktikum, serta meja demonstrasi dan bangku biasa. Perlengkapan khusus untuk laboratorium Biologi, misalnya: aquarium, herbarium, insektarium, kandang hewan, meja preparat, instalasi air bersih dan air limbah, serta instalasi listrik. Kesemuanya merupakan kebutuhan perlengkapan minimal yang harus diadakan untuk laboratorium.
Ø  Struktur Organisasi Laboratorium
Dalam pelaksanaan pengoperasian laboratorium sains ,struktur laboratorium tersebut minimal melibatkan personal yang meliputi :
a)      Kepala sekolah
b)      Wakil Kepala Sekolah
c)      Tata Usaha
d)      Guru sains (Pengelola dan Pembimbing)
Personal di atas bertugas dan berfungsi :
1)      Merencanakan pengadaan alat /bahan laboratorium
2)      Menyusun jadwal dan tata tertib  laboratorium
3)      Mengatur pengeluaran dan pamasukan /pinjaman alat laboratotium
4)      Mempersiapkan peralatan/bahan yang dipergunakan pada praktikum
5)      Mendaftarkan alat/bahan laboratorium yang habis
6)      Mengiventarisasi dan mengadministrasikan pinjaman  alat-alat
7)      Membuat daftar katalog sesuai dengan jenis alat/bahan
8)      Memelihara  dan memperbaiki alat-alat
9)      Menyusun pelaksanaan kegiatan laboratorium
  
Ø  Tata Tertib Laboratorium Sekolah Menengah Pertama
a.       Untuk Siswa
1.      Siswa tidak diperkenankan masuk ke ruang Laboratorium tanpa seijin guru
2.      Siswa yang masuk keruangan Laboratorium dengan tujuan mengadakan praktikum hendaknya menggunakan baju praktikum, tidak menggunbakan sandal, serta accesoris yang tidak berhubungan dengan tujuan praktikum.
3.      Siswa tidak diperkenankan membawa makanan/ minuman ke ruang Laboratorium, kecuali untuk praktikum
4.      Siswa tidak diperkenankan membawa alat-alat/ bahan praktikum ke luar ruangan Laboratorium tanpa seijin guru
5.      Dilarang mencorat-coret bangku/ ruang laboratorium
6.      Alat-alat/ bahan praktikum harus digunakan sesuai dengan petunjuk penggunaan atau sesuai anjuran guru
7.      Dalam melakukan praktikum, hendaknya digunakan bahan yang seminim mungkin/ secukupnya
8.      Jika dalam praktikum siswa merusakkan/ memecahkan alat, maka yang bersangkutan wajib menggantinya
9.      Jika dalam praktikum terjadi kecelakaan (kena pecahan kaca, terbakar, tertusuk, tertelan bahan kimia) harap segera melapor kepada guru
10.  Dilarang mencicipi/ memakan sesuatu dalam praktikum kalau guru tidak menyuruh untuk melakukannya
11.  Label/ etiket bahan yang rusak/ hilang harap segera dilaporkan kepada guru
12.  Jagalah kebersihan dan buanglah sampah pada tempatnya
13.  Setelah selesai praktikum, alat-alat/ bahan hendaknya dikembalikan ke tempat semula dalam keadaan lengkap, bersih dan siap pakai
14.  Sebelum meninggalkan ruang Laboratorium, meja praktikum harus dalam keadaan bersih, kursi diletakkan diatas meja, kran air dan gas ditutup rapat, kontak listrik dicabut
  
b.      Untuk Guru
ü  Jika sedang bekerja di dalam laboratorium harus ada dalam pengawasan guru
ü  Laboratorium harus dijaga bersih.Alat-alat yang dipakai harus dikembalikan ketempat semula.
ü  Bahan-bahan dan alat-alat yang digunakan percobaan siswa,hendaknya disediakan sebelum percobaan dimulai dan siap digunakan jika percobaan akan dimulai
ü  Guru harus dapat menguasai penuh disiplin siswanya yang ada di laboratorium.
ü  Harus selalu dalam keadaan siap pakai semua perlengkapan penanggulangan  kecelakaan seperti alat pemadam api, kotak P3K dan setiap pemakai laboratorium tahu benar penggunaannya.
ü  Menyediakan Alat-alat/Bahan-bahan yang diperlu-kan di Laboratorium
Penyediaan alat /bahan untuk siswa ada dua macam yaitu yang diambil langsung oleh siswa dari ruang terbuka/laci dan yang harus diminta dari petugas laboratorium.
Bentuk format permintaan/pinjaman alat adalah sebagai berikut :

Nama Guru                   :……………………………………..
Mata pelejaran              : …………………………………….
Topik/judul Percobaan   : …………………………………….
Jenis alat /bahan            :          
                                       Nama alat         a………….
                                                                             b…………
                                                                  dst.
Jumlah siswa                 :………..kelompok
Tempat praktikum         :…………..
Hari/Tgl pemakaian       :……………
Jam Pelajaran               :………pagi/siang

                                                                                           ……………….,20……
                                                                                            Peminjam,


Untuk melihat dengan mudah masuk,keluar serta persediaan alat/bahan dalam laboratorium diberikan suatu kartu yang berisikan :nama alat/bahan , spesifikasi alat, golongan alat,nomor induk, nomor kode, tempat(R/A/L ( R=ruang ,A=almari, L=lantai) dan keterangan (asal barang).

Ø  Keselamatan Kerja di Laboratorium
Kecelakaan yang sering terjadi dilaboratorium antara lain :
a. Luka oleh benda tajam,pecahan kaca dan kena bakar
b. Terkena/percikan oleh cairan zat kimia (karosif/asam/basa pekat)
c. Tertelan zat-zat beracun
d. Gigitan hwan peliharaan
e. Pingsan disebabkan bau gas yang memusingkan
f.  Terkena  kejutan listrik
g. Kebakaran yang disebabkan peletusan yang terjadi dari hasil percobaan .

Untuk bentuk kecelakaan diatas maka perlu diambil tindakan pertama pada waktu memberi pertolongan pada sipenderita yaitu :
a.       Membawa sipenderita ke tempat yang baik dan tenang
b.      Bila pendarahan terjadi pada sipenderita usahakanlah darah yang keluar itu dihentikan dengan jalan mengangkat bagian tubuh yang luka, sehinga yang luka itu berada di atas jantung
c.       Usahakan sipenderita terbaring seleluasa mungkin,pakaian dilonggarkan
d.      Jangan memberi makanan pada penderita yang sedang pingsan
e.       Segeralah minta pertolongan dokter

1.      Penutup
Setelah  mengetahui seberapa pentingnya sebuah laboratotium di sekolah, maka sudah seharusnya laboratorium dijadikan salah satu prioritas utama dalam pengembangan pendidikan, sebab dengan adanya laboratorium maka secara otomatis akan membantu siswa dalam proses belajar mengajar, serta Memupuk rasa ingin tahu siswa sebagai modal sikap ilmiah sebagai calon ilmuan.
Laboratorium juga bisa memberikan keterpaduan antara setiap bidang studi, sehingga siswa tidak lagi mengaggap suatu hal yang terpisah melainkan hal yang merupakan suatu keutuhan. Kesemuanya saling mengkaji dan saling mencari dasar.
Oleh karena itu, setelah kami melakukan observasi di sekolah-sekolah khususnya Sekolah Menengah Pertama (SMP 5) Kab. Poso, dengan melihat kondisi ruangan Laboratorium begitu sangat memprihatinkan, sebab dari segi penataan ruangan dan juga alat serta bahan yang masih sangat kurang.
Perhatian dari pihak sekolah dan pemerintah sangat di butuhkan, sebab pihak sekolah dan pemerintahlah yang seharusnya berperan penting dalam pengembangan pengetahuan  siswa, tentunya dengan menyiapkan sarana dan prasaran sekolah termasuk laboratorium.
Demikian catatan dari kami, semoga ini dijadikan bahan pertimbangan pihak sekolah (SMP 5) demi  mewujudkan Indonesia yang berprestasi dalam segala bidang.
 REFERENSI
4.      http:// Permendiknas No 26 Tahun 2008.com/
5.      Sutrisno. 2010. Laboratorium Fisika sekolah; Bandung. UPI









1 komentar:

  1. Saya telah berpikir bahwa semua perusahaan pinjaman online curang sampai saya bertemu dengan perusahaan pinjaman Suzan yang meminjamkan uang tanpa membayar lebih dulu.

    Nama saya Amisha, saya ingin menggunakan media ini untuk memperingatkan orang-orang yang mencari pinjaman internet di Asia dan di seluruh dunia untuk berhati-hati, karena mereka menipu dan meminjamkan pinjaman palsu di internet.

    Saya ingin membagikan kesaksian saya tentang bagaimana seorang teman membawa saya ke pemberi pinjaman asli, setelah itu saya scammed oleh beberapa kreditor di internet. Saya hampir kehilangan harapan sampai saya bertemu kreditur terpercaya ini bernama perusahaan Suzan investment. Perusahaan suzan meminjamkan pinjaman tanpa jaminan sebesar 600 juta rupiah (Rp600.000.000) dalam waktu kurang dari 48 jam tanpa tekanan.

    Saya sangat terkejut dan senang menerima pinjaman saya. Saya berjanji bahwa saya akan berbagi kabar baik sehingga orang bisa mendapatkan pinjaman mudah tanpa stres. Jadi jika Anda memerlukan pinjaman, hubungi mereka melalui email: (Suzaninvestment@gmail.com) Anda tidak akan kecewa mendapatkan pinjaman jika memenuhi persyaratan.

    Anda juga bisa menghubungi saya: (Ammisha1213@gmail.com) jika Anda memerlukan bantuan atau informasi lebih lanjut

    BalasHapus